Search

Surat Al-Baqarah Ayat 261: Perumpamaan Orang yang Menginfakkan Hartanya di Jalan Allah SWT

Penulis: Muhammad Afif*
Editor: Melinda Aprilyanti

QS. Al-Baqarah: 261

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

Ayat di atas memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang sedekah. Sebutir benih yang kecil dapat tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan banyak buah. Demikian pula, sedekah yang kita keluarkan, sekecil apa pun, akan digandakan pahalanya oleh Allah SWT dengan jumlah yang sangat besar.

Maksud ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa berniaga dengan Allah tidak akan pernah rugi. Jika kita “berniaga” dengan Allah satu, maka Allah akan menggantinya hingga 700 kali lipat. Hal ini juga memberikan dorongan bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya untuk mendapatkan ridha dan balasan yang baik dari-Nya. Seumpama kita menanam satu biji di tanah yang subur, benih tersebut akan membuahkan tujuh bulir (tangkai), dan setiap bulir menumbuhkan seratus biji. Hal ini dapat kita saksikan pada tumbuhan berbiji seperti padi, gandum, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Infak bagi Para Faqir yang Menjaga Martabatnya (Tafsir Surah Al-Baqarah 273)


Asbabun Nuzul

Meskipun tidak ada catatan khusus tentang apa yang menyebabkan ayat ini diturunkan, para ulama berpendapat bahwa ayat ini berkaitan dengan semangat besar para sahabat dalam bersedekah, terutama sahabat nabi yakni Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf. Kedua sahabat Nabi ini memang terkenal dengan kedermawanannya, terutama dalam peristiwa Perang Tabuk. Kedua sahabat nabi tersebut menyumbangkan harta bendanya dengan jumlah yang sangat banyak untuk biaya operasional perang tabuk (pada tahun ke-9 Hijriyah/Oktober 630 M).

Dikisahkan oleh Abdurrahman bin Samurah bahwa Utsman bin Affan mendermakan 1000 dinar emas untuk biaya operasional Perang Tabuk. Setelah itu, menyusul Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah dengan menginfakkan 4000 dinar. Melihat hal itu, Utsman menambah lagi infaknya dengan menyumbangkan 1000 ekor unta, lengkap dengan perlengkapannya untuk Perang Tabuk.

Tabuk sendiri berlokasi di sebuah kota yang terletak di antara lembah al-Qura dan Syam, jarak antara Tabuk dan Madinah mencapai 778 kilo meter. Perjalanan pasukan kaum Muslimin menuju Tabuk memakan waktu 50 hari (30 hari perjalanan pulang pergi dan 20 hari masa menaklukkan musuh di lokasi).


Tafsir Wajiz

Dalam kitab Al-Muharrar al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz karya Ibnu ‘Atiyyah, dijelaskan bahwa setelah Allah menerangkan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan makhluk yang telah mati, Allah kemudian memberikan gambaran tentang contoh balasan yang berlipat ganda bagi orang yang berinfak di jalan-Nya.

Perumpamaan yang luar biasa dari seseorang yang menyumbangkan uangnya untuk kebaikan dan taat kepada Allah adalah seperti petani yang menabur benih di tanah yang subur. Satu benih tumbuh menjadi tujuh batang, dan setiap batang menghasilkan seratus biji, sehingga totalnya menjadi tujuh ratus. Bahkan, Allah dapat melipatgandakan lebih dari itu bagi siapa saja yang Dia kehendaki, sesuai dengan keimanan dan ketulusan hati mereka dalam bersedekah.

Jangan pikir Tuhan tidak bisa memberikan banyak, karena Tuhan sangat murah hati. Jangan pikir Allah tidak tahu siapa yang memberikan sumbangan dengan tulus di jalan-Nya, karena Dia tahu siapa yang layak menerima hadiah itu dan Dia tahu niat semua hamba-Nya.

Allah Maha Luas dalam memberi karunia, dan Maha Mengetahui siapa yang bersedekah dengan tulus di jalan-Nya serta siapa yang berhak menerima balasan tersebut.

Baca Juga: Nazar, Infak, dan Keikhlasan dalam Islam: Tadabbur Surah Al-Baqarah ayat 270-271


Kesimpulan

Ayat ini memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah menggambarkan infak seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji. Perumpamaan ini menegaskan bahwa Allah melipatgandakan pahala sedekah hingga 700 kali lipat atau bahkan lebih, tergantung pada keikhlasan dan ketulusan hati orang yang bersedekah.


Quotes

“Waktu itu berjalan, jadi kita masih bisa berlari untuk mengejarnya. Maka kejarlah sampai kamu menggapai nya”

*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta