
Pameran Islam, Astronomi & Cetak Arab di Perpustakaan Middle Temple: Sebuah Jendela ke Dunia Ilmu Pengetahuan dan Budaya
Pameran baru di Perpustakaan Middle Temple yang berjudul “Islam, Astronomi & Cetak Arab” menawarkan pandangan yang menarik tentang manuskrip dan buku cetak Arab-Islam dari abad ke-14 hingga abad ke-18. Pameran ini bertujuan untuk memperlihatkan koleksi khusus Perpustakaan Middle Temple yang jarang dikenal, menyoroti pengaruh dunia Arab dan Islam di Eropa selama periode ini. Pameran ini berlangsung di Perpustakaan Middle Temple, London, dari 1 Agustus hingga 31 Desember 2023.
Tujuan dan Asal Usul
Pameran ini lahir dari ide untuk memamerkan beberapa naskah dan buku cetak Perpustakaan Middle Temple yang menunjukkan kehadiran dunia Arab dan Islam di Eropa antara abad ke-14 hingga ke-18. Fokus utamanya adalah pada kemunculan budaya cetak Arab di Eropa, terutama di rumah-rumah percetakan di London dan Oxford, sekitar satu abad setelah munculnya mesin cetak revolusioner Gutenberg.
Fokus Utama Pameran
Pameran ini menjelajahi minat Eropa pada Al-Quran dan beasiswa Islam, serta dampak astronomi Islam pada penulis dan pemikir Inggris selama periode pertumbuhan dramatis dalam pemahaman ilmiah dan religius tentang alam semesta.
Sorotan Pameran
- Buku Cetak Awal dengan Aksara Arab: Perpustakaan Middle Temple memiliki beberapa buku cetak awal yang mengandung aksara Arab, mulai dari buku hukum hingga fiksi. Rumah-rumah percetakan khusus untuk aksara Arab didirikan di Oxford, London, dan berbagai kota di Eropa selama Renaissance untuk memenuhi kebutuhan beasiswa Orientalis.
- Terjemahan Al-Quran di Eropa: Salah satu sorotan utama adalah terjemahan Al-Quran oleh George Sale pada tahun 1734, yang berusaha membuat terjemahan yang bebas dari bias. Terjemahan ini menggunakan berbagai sumber Ottoman yang otentik untuk memberikan komentar yang mendetail.
- Manuskrip Astronomi Islam: Pameran ini juga menampilkan berbagai manuskrip astronomi Islam yang menunjukkan pengaruh besar para ilmuwan Muslim pada astronomi Eropa. Contohnya adalah karya Muhammad al-Farghani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 dan digunakan sebagai buku teks di Eropa.
Tokoh Kunci
- John Selden: Seorang ahli hukum dan beasiswa Orientalis, karya-karya Selden menunjukkan tantangan dalam mencetak aksara Arab. Pameran ini menampilkan buku-bukunya yang mencerminkan perkembangan tipe logam Arab.
- Muhammad al-Farghani dan John Greaves: Al-Farghani dikenal dengan karyanya tentang pergerakan benda langit dan jarak planet dari bumi. John Greaves, seorang profesor astronomi di Oxford, menerjemahkan berbagai manuskrip Arab dan Persia, menunjukkan hubungan erat antara ilmu pengetahuan Muslim dan perkembangan astronomi Eropa.
Warisan dan Pengaruh
Peran Islam memiliki dampak yang bertahan lama pada astronomi, matematika, dan penyelidikan ilmiah. Para sarjana Eropa dan Orientalis berusaha menerjemahkan kekayaan pengetahuan ini, hingga mendirikan percetakan Arab di Eropa untuk mentransmisikan pengetahuan ini ke Barat. Usaha ini berkontribusi pada kelahiran pembelajaran Renaissance.
Baca juga: Tak Dikenal di Bumi tetapi Terkenal di Langit
Pentingnya Pameran Berkelanjutan
Meskipun pameran ini telah diselenggarakan hampir satu tahun yang lalu, penyelenggaraan pameran serupa perlu terus dilakukan untuk membuka wawasan tentang jendela ilmu pengetahuan dunia. Peran Islam sangatlah penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di kawasan Eropa dan memiliki pengaruh besar yang berkelanjutan hingga saat ini. Pameran-pameran seperti ini membantu menyoroti kontribusi besar yang diberikan oleh sarjana Muslim dan pentingnya pembelajaran lintas budaya dalam membentuk sejarah intelektual kita.
Sumber Daya Tambahan
Meskipun Perpustakaan Middle Temple bukan perpustakaan umum, versi online dari pameran ini tersedia di situs web Perpustakaan Middle Temple, termasuk video promosi tentang Al-Quran.
Artikel ini dilansir dari “Islam, Astronomy & Arabic Print Exhibition at Middle Temple Library”. Yang diakses dari muslimheritage.com pada 7 Juli 2024
