Search

Ingin Mengenakan Pakaian Terbaik? Temukan Jawabannya dalam QS. Al-A’raf Ayat 26

Muhammad Hidayat*

Ingin Mengenakan Pakaian Terbaik? Temukan Jawabannya dalam QS. Al-A'raf Ayat 26

Ingin Mengenakan Pakaian Terbaik? Temukan Jawabannya dalam QS. Al-A’raf Ayat 26

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’raf [7]: 26)

Uraian  Tafsir

Kata لباس (libâs) adalah segala sesuatu yang dipakai, baik penutup badan, kepala, atau yang dipakai di jari dan lengan seperti cincin dan gelang.

Kata  ريش(risy) pada mulanya berarti bulu, dan karena bulu binatang merupakan hiasan dan hingga kini dipakai oleh sementara orang sebagai hiasan, baik di kepala maupun melilit di leher, maka kata tersebut dipahami dalam arti pakaian yang berfungsi sebagai hiasan.

Dari sini dapat dipahami dua fungsi dari sekian banyak fungsi pakaian. Pertama, sebagai penutup bagian-bagian tubuh yang dinilai oleh agama dan atau dinilai oleh seseorang atau masyarakat sebagai buruk bila dilihat. Dan yang kedua, adalah sebagai hiasan yang menambah keindahan pemakainya. Ini memberi isyarat bahwa agama memberi peluang yang cukup luas untuk memperindah diri dan mengekspresikan keindahan.

Firman-Nya  لباس التقوى ( libasut-taqwa) mengisyaratkan pakaian ruhani. Rasul saw. melukiskan iman sebagai sesuatu yang tidak berbusana, dan pakaiannya adalah takwa.

Baca Juga: Kisah Sahabat Rasulullah Amr bin Ash: Sang Penakluk Mesir

Jika pakaian takwa telah menghiasi jiwa seseorang, maka akan terpelihara identitasnya, lagi anggun penampilannya. Anda akan menemukan dia selalu bersih walau miskin, hidup sederhana walau kaya, terbuka tangan dan hatinya. Tidak berjalan membawa fitnah, tidak menghabiskan waktu dalam permainan, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain. Bila beruntung ia bersyukur, bila diuji ia bersabar, bila berdosa ia istighfar, bila bersalah ia menyesal, dan bila dimaki ia tersenyum sambil berkata: Jika makian Anda keliru, maka aku bermohon semoga Tuhan mengampunimu dan jika makian Anda benar, maka aku bermohon semoga Allah mengampuniku. Demikian rangkuman tentang ciri-ciri orang yang mengenakan pakaian takwa. (Al Misbah, jilid 5, hal 57)

Yang dimaksud dengan “libaas at-taqwaa” adalah pakaian takwa dan menjauhi kemaksiatan terhadap Allah Swt. Yakni menjauhkan diri dari dosa dan takut kepada Allah maka itulah sebaik-baik pakaian dan seindah-indah perhiasan. Ada juga yang mengatakan, bahwa pakaian takwa adalah malu. Ada juga yang mengatakan, bahwa itu adalah amal shalih. Ada juga yang mengatakan, bahwa itu adalah pakaian wol, dan pakaian yang sangat sederhana karena dengan begitu berarti merendahkan diri terhadap Allah. Ada juga yang mengatakan, bahwa itu adalah tameng dan baju perang yang dikenakan oleh orang yang berjuang di jalan Allah. (Fathul Qadir, jilid 4, hal 42)

Ingin Mengenakan Pakaian Terbaik? Temukan Jawabannya dalam QS. Al-A'raf Ayat 26
Ilustrasi pakaian takwa

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna kalimat tersebut (libasut-taqwa). ‘Ikrimah berkata: “Ada yang mengatakan, ‘Yaitu apa yang dipakai oleh orang-orang yang bertakwa pada hari Kiamat kelak.'” (Demikian diriwayatkan Ibnu Abi Hatim). Sedangkan Zaid bin ‘Ali, as-Suddi, Qatadah dan Ibnu Juraij mengatakan:  لِبَاسِ التَّقْوَى adalah iman. Al-‘Aufi mengatakan dari Ibnu ‘Abbas, “Yaitu amal shalih.” Ad-Diyal bin ‘Amr mengatakan dari Ibnu ‘Abbas: “Yaitu keceriaan pada wajah.” Dari ‘Urwah bin az-Zubair لباسِ التَّقْوَى “Berarti takut kepada Allah.” Dan ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: ” لباسِ التَّقْوَى berarti merasa takut kepada Allah Swt lalu Dia menutupi auratnya.” (Ibnu Katsir, jilid 3, hal 365)

*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta