Search

Mengetuk Pintu Langit: Ketika Orang Tua Belajar Menyerahkan Hati Anak kepada Allah

Mengetuk Pintu Langit: Ketika Orang Tua Belajar Menyerahkan Hati Anak kepada Allah Menjadi orang tua tidak pernah berhenti pada persoalan membesarkan anak. Ada kekhawatiran yang terus tumbuh seiring bertambahnya usia mereka: apakah anak-anak akan tetap memegang agamanya? Apakah mereka mampu memilih lingkungan yang baik? Bagaimana dengan pilihan pendidikan, pekerjaan, pasangan, hingga keputusan-keputusan besar dalam hidup […]

Benarkah Kaum Nabi Luth Diazab Bukan karena Perilaku Homoseksual?

Benarkah Kaum Luth Diazab Bukan karena Perilaku Homoseksual?

Penulis: M. Iqbal Afif Salah satu argumen yang kerap diajukan untuk membantah pandangan bahwa azab terhadap kaum Nabi Luth berkaitan dengan perilaku homoseksual adalah dengan merujuk pada QS. al-‘Ankabūt [29]: 29. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُوْنَ السَّبِيْلَ ەۙ وَتَأْتُوْنَ فِيْ نَادِيْكُمُ الْمُنْكَرَ ۗفَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ […]

Tadabbur Surah Yusuf: Lima Pegangan Hidup Menghadapi Ujian Zaman

Penulis: Melinda Aprilyanti Al-Qur’an secara eksplisit mengategorikan riwayat Nabi Yusuf ‘alaihissalam sebagai Ahsan al-Qashas atau sebaik-baik kisah. Penobatan ini bukan semata-mata diakibatkan oleh estetika bahasa dan keutuhan jalurnya yang disajikan secara kronologis dalam satu surah, melainkan karena kedalaman gambaran dinamika jiwa, konflik sosial, dan norma etika yang dikandungnya. Sepanjang perjalanannya, Nabi Yusuf menempuh episode hidup […]

Surah Al-Ikhlas: Memurnikan Tauhid dan Mengikis Perantara Makhluk (Tafsir Al-Mishbah)

Pembahasan tentang akidah Islam tidak akan pernah bisa dilepaskan dari Surah Al-Ikhlas. Meskipun tergolong sebagai surah yang pendek karena hanya terdiri dari empat ayat, surah ke-112 ini menyimpan samudra makna yang sangat mendalam mengenai hakikat mengesakan Allah SWT. Melalui Tafsir Al-Mishbah yang ditulis oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab, kita diajak untuk membedah bagaimana surah […]

Tafsir Ali ‘Imran ayat 1–4: Meneguhkan Tauhid dan Kemuliaan Al-Qur’an

Meneguhkan Tauhid dan Kemuliaan Al-Qur'an

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca dalam ibadah, melainkan petunjuk hidup yang mengokohkan akidah, membimbing manusia menuju jalan yang benar, sekaligus menjadi pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Enam ayat pertama Surah Ali ‘Imran menghadirkan fondasi penting tersebut melalui penegasan tentang kemurnian wahyu, keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, serta kedudukan Al-Qur’an sebagai pembenar dan penjaga kitab-kitab yang […]

Internalisasi Kesalehan Hakiki: Menyatukan Ibadah dan Kepedulian Sosial

Internalisasi Kesalehan Hakiki

Internalisasi Kesalehan Hakiki: Menyatukan Ibadah dan Kepedulian Sosial Oleh: Syaiful Arief**Dosen Universitas PTIQ Jakarta “Sebagaimana Allah yang tidak berujung, maka begitupula tidak ada ujung untuk memahami firman-Nya.”[1]            Setiap bayi yang lahir tentu menjadi harapan orang tuanya. Salah satu harapan terbesar adalah agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang baik, atau dalam bahasa agama disebut sebagai […]

Tiga Wasiat Nabi: Jangkar Spiritual dan Keseimbangan Mental di Era Media Sosial

Kehidupan di era digital hari ini menuntut segala hal bergerak dengan kecepatan tinggi. Setiap hari, kita dibombardir oleh riuhnya informasi, kompetisi gaya hidup di media sosial, hingga tuntutan profesional yang tak jarang memicu kelelahan mental (burnout) dan ketidakstabilan emosional. Manusia modern kerap merasa asing dengan dirinya sendiri, hidup dalam mode otomatis (autopilot), dan rentan kehilangan arah.

Menjaga Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

Menjaga Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Seseorang yang sehat mentalnya mampu berpikir jernih, mengelola emosi, serta menjalani kehidupan sosial dengan baik. Dalam Islam, kesehatan mental tidak dipisahkan dari kesehatan rohani dan jasmani. Islam memberikan perhatian besar terhadap ketenangan jiwa (sakinah), keseimbangan hidup, dan keteguhan iman sebagai fondasi kesehatan mental.

Ghibṭah: Sikap Iri yang Diperbolehkan dalam Islam

Ghibṭah Iri

Rasulullah saw. mengajarkan bahwa tidak semua rasa iri atau hasad tercela dalam Islam. Ada bentuk iri yang justru dipuji dan dianjurkan, yaitu ghibṭah, yakni keinginan untuk memiliki kebaikan seperti yang dimiliki orang lain tanpa berharap nikmat tersebut hilang darinya.