
Rahasia Balasan Allah bagi Orang Bertaqwa
Telaah Surah Ali ‘Imran Ayat 136
Oleh: Citra Arafah*
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang bertaqwa atas balasan yang mereka akan dapatkan kelak nantinya. Ungkapan ini telah banyak kita jumpai dalam ayat Al-Qur’an mengenai balasan orang-orang yang bertaqwa. Akan tetapi akankan balasan itu berupa ampunan saja ataukah janji-janji yang lain? Salah satu landasan dari pemahaman ini dapat kita jumpai dalam Q.S. Ali Imran (3): 136.
اولٰٓٮِٕكَ جَزَآؤُهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ؕ وَنِعۡمَ اَجۡرُ الۡعٰمِلِيۡنَؕ
Artinya: “Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Itulah) sebaik-baiknya pahala bagi orang-orang yang mengerjakan (amal-amal shaleh).”
Ayat ini menegaskan bahwasanya ampunan Allah itu ialah balasan bagi orang yang bertaqwa, jika tidak ada ampunan Allah maka tidak ada surga baginya. Tulisan ini akan mengeksplorasi lebih dalam makna yang terkandung dalam Q.S. Ali Imran (3): 136 dan siapa sebenarnya orang yang akan mendapatkan ampunan dan janji-janji Allah yang lain.
Dalam Terjemah Kitab Tafsir Ibnu Katsir (Abdurrahman, 2001:147) kalimat أُو۟لَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ “Mereka itu balasannya ampunan dari rabb mereka.” Maksudnya ialah pahala bagi mereka atas sifat-sifat yang mereka miliki di atas (dalam ayat sebelumnya).
Kalimat مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰر “ampunan dari rabb mereka dan syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”, maksudnya ialah dari berbagai macam minuman. Kalimat خَٰلِدِينَ فِيهَا “mereka kekal didalamnya”, maksudnya ialah tinggal di sana selamanya. Kalimat وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ “ dan itulah sebaik-baiknya pahala orang orang yang beramal”. Ini adalah pujian dari Allah tentang surga.
Baca juga: Pentingnya Kritis Dalam Bermedsos : Inspirasi dari QS. An Nisa Ayat 83
Abu Ja’far berkata dalam kitabnya yang diterjemahkan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam kitabnya Terjemah Kitab Tafsir At-Thabari (Syaikh Ahmad Muhammad syakir: 890) kata أُو۟لَٰٓئِكَ “mereka itu” maknanya ialah orang-orang yang telah dijanjikan mendapat syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, dari kalangan muttaqin, seperti yang telah digambarkan. Allah menyatakan bahwa pahala atas perbuatan mereka adalah ampunan dari Allah. Lalu mereka pun mendapatkan surga, sebagai balasan atas ketaatan mereka tunaikan.
Kalimat تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰر “yang didalamnya mengalir sungai-sungai”. Maknanya ialah di antara sela-sela pohon terdapat sungai di dalamnya.” Semuanya merupakan balasan atas amal sholeh mereka. Kalimat خَٰلِدِينَ فِيهَا”sedang mereka kekal di dalamnya”, maknanya ialah mereka menetap selamanya di dalam surga yang telah digambarkan tadi. Kalimat وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ “dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” maknanya ialah sebaik-baiknya pahala bagi orang yang beramal karena Allah, yaitu surga, seperti yang telah Allah gambarkan.”
Dalam kitab Tafsir Fidzilalil Qur’an (Sayyid Quthb, 2003:164) ayat ini menerangkan bahwa orang yang seperti ini ialah orang yang tidak pasif beristighfar, sebagaimana mereka juga tidak pasif untuk memberikan infak dalam waktu lapang dan sempit (susah), menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Sesungguhnya mereka terus beramal, “itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”, mendapat ampunan dari Allah, dan sesudah itu mendapat surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, juga mendapatkan kasih sayang Allah. Maka, di sana ada amalan di lubuk hati, dan ada amalan pada kehidupan lahir, serta kedua-duanya adalah amalan dan gerakan yang berkembang.
Dalam Tafsir Al-Munir (Wahab az-Zuhaili, 2013: 416) ayat ini menerangkan bahwa kalimat أُو۟لَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ menggunakan bentuk kata untuk tempat yang jauh (ulaa ika). Hal ini mengandung isyarat tentang luhur dan tingginya kedudukan mereka. Kalimat وَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ ialah bentuk susunan al-madhu (memuji), namun di sini kata yang dikhususkan untuk dipuji dibuang, yaitu kata al-jannah (surga), jadi aslinya adalah (ونعم اجر العاملين الجنة) yang artinya adalah, sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal baik adalah surga.
Adapun riwayat lain menjelaskan sama seperti makna di atas yaitu dari Ibnu Humaid yang menceritakan kepada kami, ia berkata: Salamah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq, tentang firman allah dalam Q.S. Ali Imran (3): 136 bahwa makna dari ayat tersebut ialah balasan untuk orang-orang yang taat.
Keterkaitan Ayat 136 dengan Ayat lain
Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya di dalam Q.S. Ali Imran (3): 133-135. Dan di ayat 136 ini menyebutkan bahwa mereka mendapatkan dua jenis balasan, yaitu ampunan dan surga. Khusus tentang surga, Allah SWT mendeksripsikan dengan indah, yaitu mengalir di bawahnya sungai-sungai. Selain itu juga bahwa mereka akan hidup abadi di dalam surga. Dan itulah puncak kenikmatan balasan bagi orang yang beramal ketika di dunia. Dalam ayat 133 bahwa surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (اُعِدّتْ لِلمُتَّقِينَ) . Dalam ayat 134 surga disediakan bagi orang yang berinfaq, sabar dan pemaaf. Dalam ayat 135 surga itu disediakan bagi orang yang bertaubat, dan dalam ayat 136 surga itu disediakan bagi orang-orang shaleh yang mengerjakan amal kebaikan.
Hikmah Ayat dalam Kehidupan Sehari-hari
Ayat ini mengandung pesan moral yang mendalam tentang pentingnya bertaqwa, beramal soleh, serta selalu berusaha menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk. Ayat ini juga mengingatkan kita untuk tidak pernah bosan menjadi orang baik yang tanpa pamrih, meskipun ada saja ujian yang akan dihadapi. Teruslah berbuat baik dan menjaga kualitas diri, dan saling memaafkan, dan janganlah menoleh kebelakang atas hal-hal yang tidak baik.
Rahasia Balasan Allah Bagi Orang Bertaqwa
Adapun mengenai tema tentang pembahasan rahasia balasan Allah bagi orang yang bertaqwa ialah mengajarkan kita bahwa Allah memberikan balasan yang luar biasa dan rahmat bagi hambanya yang bertaqwa.
Melalui pandangan ini, kita diingatkan akan pentingnya intropeksi dan perbaikan diri guna melakukan kebaikan dan tidak henti untuk terus memohon ampunan kepada Allah dalam rangka untuk menggapai rahmat dan ridho-Nya.
*Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas PTIQ Jakarta Sekaligus Founder Sekolah Tahsinul Qur’an Annisa &Rumah Terapi Bekam Muslimah Jakarta
