Search

Mengapa Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an Itu Penting? Dalil, Hikmah, dan Contoh Teladan

Izdiharuddin*

Mengapa Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an Itu Penting? Dalil, Hikmah, dan Contoh Teladan

Mengapa Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an Itu Penting? Dalil, Hikmah, dan Contoh Teladan

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an memiliki banyak keistimewaan dibandingkan kitab suci lainnya, salah satunya adalah bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang langsung diturunkan dari Allah Swt. Oleh karena itu, mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an merupakan suatu amalan yang sangat mulia dan memiliki banyak kemuliaan.

عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ »  رواه البخاري

Dari Usman bin ‘Affan r.a meriwayatkan dari Nabi Saw yang bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).

Hadis ini ditulis oleh Asy Syaikh Ahmad bin Abdurrazzaq bin Muhammad Ali Ibrahim yang menghimpun empat puluh hadis dalam bukunya al Arba’un al Qur’aniyyah merangkum semua hadis yang berisi tentang keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

Dalam Riwayat lain Bukhari dan Tirmidzi Nabi Saw bersabda, artinya “ Sesungguhnya paling utamanya kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya”

            Abdur Rahman as-Sulami mengatakan bahwa hadis inilah yang membuatnya menetap sambil mengajar masyarakat selama 40 tahun di masjid kufah.

Baca Juga: Meneladani Imam An-Nawawi: Motivasi bagi Generasi Muda Muslim

Menurut al-Manawi di dalam kitab Faidul Qodir, sebaik-baik pencari ilmu dan sebaik-baik yang mengajarkan ilmu adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Hal ini karena sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah. Begitu juga sebaik-baik manusia setelah para Nabi ialah siapa yang menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an. Al-Mubarokfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi mengutip Al-Qori yang mengatakan, “Perbuatan itu lahir dari keduanya. Jika ilmu tidak melahirkan perbuatan maka itu bukanlah ilmu menurut syariat. Karena itu, orang yang bermaksiat kepada Allah maka sesungguhnya dia itu bodoh.”

Menurut Ibnu Hajar, belajar dan mengajarkan Al-Qur’an bisa menjadi penyempurna diri seseorang dan orang lain, bermanfaat baik jangka pendek maupun panjang.

Hadis ini mengandung anjuran untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, keterangan tentang keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, ajakan bagi orang-orang yang berilmu untuk memberikan manfaat kepada orang lain dengan cara mengajarkan ilmunya, serta penjelasan tentang bagaimana orang dulu mengikuti jejak Rasulullah dan melakukan perbuatan dengan berdasarkan ilmu. Sebagai contoh Abdurrahman yang duduk mengajarkan Al-Qur’an untuk mengamalkan hadis ini.

Baca Juga: Hadis tentang Keutamaan Mengkaji Al­­-Qur’an

Sebelumya, juga cerita tentang Usman yang meriwayatkan hadis ini karena beliau lah yang mengumpulkan Al-Qur’an dengan para sahabat untuk mempermudah umat dalam membaca dan mengajarkan bacaannya. Beliau juga orang yang suka membaca Al-Qur’an bahkan sampai detik-detik ajalnya. Ketika beliau dibunuh oleh para pemberontak, beliau sedang membaca Al-Qur’an. Subhanallah.

Hadis ini juga memberi pesan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, ini salah satu pesan yang disampaikan oleh guru kita Dr. KH. Ali Nurdin MA. Beliau mengatakan bahwa setiap yang belajar Al-Qur’an maka niati hasil yang kita pelajari untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain, karena ini salah satu tugas mulia yang harus ditanamkan pada hati seseorang untuk senantiasa mengamalkan apa yang di pelajari baik itu dari segi tajwidnya, tafsirnya, Qira’atnya dan yang lebih penting juga yaitu mengamalkan apa yang ada di dalam Al-Qur’an.  Dan ini salah tugas kami sebagai santri.

*Penulis adalah Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta