Search

Hadis tentang Mengkaji Al-Qur’an: Keutamaan, Pahala, dan Hikmahnya

M Fajri Hidayat*

Hadis tentang Mengkaji Al-Qur'an: Keutamaan, Pahala, dan Hikmahnya

Hadis tentang Mengkaji Al-Qur’an: Keutamaan, Pahala, dan Hikmahnya

وعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّهِ ﷺ ومَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، ويتَدَارسُونَه بيْنَهُم، إِلاَّ نَزَلتْ علَيهم السَّكِينَة، وغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَة، وَحَفَّتْهُم الملائِكَةُ، وذَكَرهُمْ اللَّه فيِمنْ عِنده َمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بهِ نَسَبُهُ

    “Dan tidaklah orang-orang yang berkumpul di rumah Allah, membaca Kitab Allah, dan mengkajinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan dan kasih sayang yang menyelimuti mereka, Malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barang siapa pun yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya.”

(HR. Muslim, Abu Dawud dan lainnya)

Penjelasan

Dalam Hadis ini membicarakan tentang keutamaan majlis dzikir, majlis kebaikan dan majlis ilmu pengetahuan. Ini termasuk majlis yang bertujuan untuk perantara kita mengingat Allah SWT dengan tasbih, tahlil, dan membaca Al-Qur’an. Dan termasuk dalam majlis ilmu yaitu pembelajaran ilmu Al-Qur’an dan ilmu-ilmu hadis, serta ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan keduanya.

Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan majlis adalah majlis zikir yang berada di masjid di mana ada orang yang membaca tasbih, tahlil, dan Al-Qur’an.

Ada juga pendapat yang berbeda, bahwa yang dimaksud majlis ialah untuk majlis ilmu pengetahuan. Sesuai dengan penggalan hadis di atas: melafalkan kitab Allah dan mengkajinya. Mengkaji tidak terlepas dari meneliti. Ketika Nabi didatangi Jibril dan mengkaji Al-Qur’an, kajian pasti akan diisi dengan tanya jawab. Ini didukung oleh hadis lain: “Suatu saat Nabi keluar dengan bertemu dua kelompok perkumpulan sahabat-sahabatnya. Satu kelompok berisi orang yang mengingat Allah dan satu kelompok lagi mempelajari ilmu fiqih/agama. Nabi berkata: Semuanya baik, dan Aku diutus sebagai seorang pengajar kemudian beliau duduk bersama mereka yang mengkaji ilmu.” (HR. Ibnu Majah) Ucapan ini -“semuanya dalam kebaikan”- sama dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah di mana Nabi bersabda: “Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang beriman yang lemah. Dan semuanya baik.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Hal ini karena ada manfaat dan pembelajaran sebagaimana disyariatkan oleh Allah. Siapa yang belajar maka ia mengajar dirinya sendiri dan kemudian mengajarkan orang lain di majlis ini.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjaga Hafalan Al-Qur’an? Simak Hadis Nabi Berikut

Dalam Shahihain, terdapat hadis lain: “Allah memiliki malaikat-malaikat utama yang berkeliling di jalan-jalan – pergi mencari majlis dzikir. Jika mereka menemukan orang-orang mengingat Allah, mereka berkata ‘Kemarilah penuhi kebutuhan kalian.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad). Ulama juga berbeda pendapat  dalam memaknai hadis ini, apakah ini dimaksudkan untuk majlis dzikir yang isinya memuji, bertasbih, bertahmid dan membaca Al-Qur’an atau yang dimaksud ialah dengan majlis dzikir yang berisi pembahasan halal dan haram serta belajar ilmu agama.

Jika yang dimaksud majlis dzikir ini ialah majlis ilmu maka itulah yang lebih utama. Rasulullah dalam majlisnya mengajar para sahabat membaca Al-Qur’an, dan ada beberapa sahabat membaca Al-Qur’an sampai menangis seperti dalam kisah Abdullah bin Mas’ud. Seperti itulah majlis sahabat Rasulullah. Jika maksud pengarang mencantumkannya untuk majlis dzikir maka bisa jadi maksudnya ialah majlis ilmu termasuk bagian dari dzikir.

Karena itu, tidak ada keraguan dalam firman Allah: “(dan ketahuilah mengingat Allah itu lebih besar keutamaannya dari Ibadah yang lain…)” (QS. al-Ankabut: 45). Yang dimaksud dzikir di sini ialah khutbah yang termasuk bagian dari ilmu. Juga dalam firman Allah: “(wahai orang-orang yang beriman! Apa bila telah diseru untuk melakukan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.) “(QS. al-Jumu’ah: 9)

Ilmu disebut juga dengan dzikir, bahkan itu adalah salah satu dzikir yang terbesar. Jika ada kalimat dzikir kepada Allah dalam Al-Qur’an atau hadis maka modalnya adalah ilmu. Dan modal ilmu ialah takut kepada Allah. Ilmu lah yang mengarahkan pada amal.

Dengan demikian, majlis ilmu dinamakan dengan dzikir berdasarkan dua aspek. Pertama dalam aspek penyebaran pengetahuan dan kedua aspek rasa takut kepada Allah. Karena itulah majlis ilmu menurut para ulama merupakan sebaik-baik majlis. Dengan kata lain, majlis ilmu lebih utama daripada majlis dzikir yang hanya berdzikir tanpa ada pengkajian. Tetapi sekali lagi, keduanya sama-sama baik.

Hadis ini tidak hanya mencakup untuk sebuah kelompok saja, akan tetapi untuk individu juga.

*Penulis adalah Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta