
Islam dan Kebebasan: Bagaimana Menjalani Kebebasan dengan Penuh Tanggung Jawab
Manusia boleh memilih kebebasan tanpa batas, semaunya ..!, sebebas-bebasnya ..!!
Tidak usah ragu, untuk mereguk kebebasan sepuasnya, pliss …!!
Kesempatan bebas itu, memang Allah sudah kasih peluang sepenuhnya kok !
Asyik kan ?
Tapi .., semua kebebasan itu harus dipertanggung jawabkan secara detail, rinci dan tidak ada yang bisa diumpetin
Meski itu cuma dilakukan oleh kulit, pandangan mata atau pendengaran
Apalagi oleh lisan, tangan dan kaki
Allah berfirman :
حَتّٰىٓ اِذَا مَا جَاۤءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَاَبْصَارُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka, menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan”
Qs 41 : 20
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”
Qs 40 : 19
اِنَّ الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَاۗ اَفَمَنْ يُّلْقٰى فِى النَّارِ خَيْرٌ اَمَّنْ يَّأْتِيْٓ اٰمِنًا يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗاِعْمَلُوْا مَا شِئْتُمْ ۙاِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami
Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka itu, yang lebih baik ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat ?
Lakukanlah apa yang kamu kehendaki ! (bebas semaumu)
Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
Qs 41 : 40
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”
Apa ayat-ayat itu masih kurang jelas ?
Jika satu ayat saja sudah sangat mencukupi, sebagai peringatan bagi mereka yang ogah berspekulasi dengan akhirat, maka segera putar balik 180° meninggalkan apa yang harus ditinggalkan
Karena saat usia seseorang mencapai 60 tahun, maka segala argumen tidak akan lagi Allah terima
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً
“Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun.”
Hr. Bukhari
Maksudnya, jika dalam batas usia itu seseorang masih juga panjang angan-angan terhadap urusan dunia, dengan menyepelekan urusan akhirat, maka tidak ada kepedulian Allah terhadap mereka
Karena sebentar lagi kehidupan mereka akan segera berakhir, kok masih saja ..!!
Ambilah dunia yang pokoknya saja, sebagai fasilitas untuk pencapaian sukses kehidupan akhirat
Meski godaan dunia begitu memukau, masih mau ini, mau itu, segera dikurangi semaksimal mungkin
Baca juga: Cinta Dunia yang Membutakan: Bahaya Menunda Persiapan Akhirat
Butuh kemauan, semangat dan kemantaban jiwa yang luar biasa, untuk meninggalkan cara pandang yang keliru, bahkan cenderung ngaco terhadap kemilau palsunya dunia
Batasi dengan ketat, bahkan jika mungkin tinggalkan bergaul dengan mereka yang tidak ada kontribusinya dalam urusan akhirat kita, karena hal itulah yang bikin semua amalan kita jadi bangkrut
Allah berfirman :
اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”
Qs 25 : 70
Itulah satu-satunya peluang untuk kita berlindung dengan selamat dari hantaman badai angan-angan kosong dunia
Good luck ..!
