
ANJURAN UNTUK MENJAGA DAN MENGULANG HAFALAN AL-QUR’AN
Muhammad Hidayat*
عن أبي موسى رضي الله عنه ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال تعاهدوا هَذَا القُرْآنَ ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلَّنَا مِنَ الإِبل في عُقْلِهَا متفقٌ عَلَيْهِ
Abu Musa al-Asy’ary meriwayatkan dari Rasulullah Saw vang bersabda, “Jagalah Al-Qur’an dengan komitmen. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya. (Hafalan) Al-Qur’an itu lebih mudah lepas dari seekor unta yang terikat.”(HR. Bukhari-Muslim)
Maksud “Jagalah Al-Qur’an dengan komitmen” ialah senantiasa memelihara dan menjaganya dengan cara terus menjaga hafalan dan konsisten membacanya. Menurut At-Thibi ialah menjaga dan memperbaharui komitmen, konsisten membaca dan selalu mengulang pembelajarannya supaya tidak lupa. Perintah untuk menjaga hafalan karena-menurut at-Thibi Al-Qur’an bukanlah perkataan manusia tetapi ia merupakan firman Allah. Tidak ada yang bisa menghubungkan antar keduanya karena manusia itu hadits (keberadaannya baru sedangkan Allah itu qadim (keberadaannya sudah ada sejak azali) sehingga firman Allah harus terus dijaga dengan cara dihafal sesuai kemampuan. Mana yang lebih mudah lepas, unta atau Al-Qur’an? Nabi menjawab atas pertanyaan tersebut dalam hadis yang pertama. Bahwa lebih mudah Al-Qur’an yang hilang (dalam hafalan) dari pada unta. Bagaimana bisa selamat dari lupa? Jawabannya terdapat pada kata “komitmenlah”, kalimat yang mengandung kata yang luas dan agung, yaitu janji yang harus selalu dijaga. Dalam hadis ini ada tanggung jawab, menggunakan bentuk plural bukan tunggal, ada kekuatan dan kesungguhan agar hafalan tidak lupa dan hilang. Hadis lain yang berbicara tentang masalah ini begitu banyak riwayatnya, di antaranya:
Riwayat dan Ibnu Umar RA, Nabi Saw. bersabda, “Perumpamaan Al-Qur’an seperti unta yang terikat. Jika pemiliknya mengikatnya maka ia menjaganya Sedangkan jika tidak maka ia hilang. Riwayat dari Uqbah bin Amir RA, Nabi Saw. bersabda. “Pelajarilah Al-Qur’an kemudian sebarkan, la lebih mudah hilang daripada unta yang terikat.” Riwayat dari Abu Musa RA, Nabi Saw. bersabda, “Jagalah Al-Qur’an dengan komitmen. Demi Allah ia lebih mudah hilang darı hati seseorang daripada unta terikat.” Abdullah berkata, Jagalah pada mushaf ini. Kemungkinan besar maksudnya ialah Al-Qur’an karena ia lebih mudah hilang dari hati seseorang daripada hewan ternak yang terikat. Nabi pun telah bersabda, “Sungguh jelek jika ada yang berkata, ‘Aku lupa ayat ini dan ini, tetapi ia dibuat lupa “
Ishaq bin Rahwayh berkata, “Dimakruhkan bagi setiap orang yang melewati harinya selama 40 hari tanpa membaca Al-Qur’an.” Karena itu, lihatlah lupamu itu apakah termasuk yang bisa ditolerir seperti dalam firman Allah, “Dan sungguh telah kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa. Dan kami tidak mendapatkan kemauan yang kuat darinya” (QS. Thaha [20]: 115) ataukah termasuk lupa muncul karena tidak merenungi, tidak mengamalkan, dan tidak bersungguh-sungguh menjaga?
Baca juga: Manakah yang lebih dahulu untuk diutamakan, Hukum Ilmu Warits atau Kemaslahatan Keluarga?
Menjaga hafalan Al-Qur’an memerlukan dedikasi, disiplin, dan metodologi yang baik. Berikut adalah beberapa anjuran untuk membantu menjaga hafalan Al-Qur’an:
- Konsisten dengan Murajaah (Pengulangan): Lakukan pengulangan secara rutin. Setidaknya, ulangi hafalan yang sudah ada setiap hari untuk memastikan ayat-ayat tersebut tetap diingat dengan baik.
- Tetapkan Jadwal Harian: Buat jadwal harian khusus untuk mengulang dan menambah hafalan. Idealnya, alokasikan waktu yang tetap setiap hari agar menjadi kebiasaan.
- Baca dalam Shalat: Gunakan hafalan Al-Qur’an dalam shalat, baik shalat wajib maupun sunnah. Ini akan membantu memperkuat ingatan dan meningkatkan kualitas hafalan.
- Gunakan berbagai metode pengulangan: Selain membaca secara langsung, cobalah metode lain seperti mendengarkan bacaan dari qari yang terpercaya, menulis ayat-ayat yang dihafal, atau mengajarkan hafalan kepada orang lain.
- Buat Grup Hafalan: Bergabung atau membentuk kelompok hafalan Al-Qur’an bisa memberikan motivasi tambahan. Saling mengingatkan dan menyimak hafalan bersama-sama bisa sangat membantu.
- Menggunakan Teknologi: Manfaatkan aplikasi Al-Qur’an yang menyediakan fitur hafalan, murajaah, dan tes hafalan. Banyak aplikasi yang bisa membantu dalam menjaga hafalan dengan cara yang interaktif.
- Pahami Makna Ayat: Memahami arti dan konteks dari ayat-ayat yang dihafal akan membuat hafalan lebih bermakna dan lebih mudah diingat.
- Konsultasi dengan Guru atau Mentor: Memiliki seorang guru atau mentor yang bisa membimbing dalam proses menghafal dan mengulang hafalan adalah aset berharga. Mereka bisa memberikan nasihat dan koreksi yang diperlukan.
- Berdoa: Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan dan keteguhan hati dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
- Jaga Kesehatan: Tubuh yang sehat dan pikiran yang jernih sangat penting dalam proses menghafal. Pastikan untuk makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dan berolahraga secara teratur.
Ya Tuhan, kami berlindung kepada Mu dari melupakan kitab-Mu. Ingatkanlah kami saat lupa. Ajarkanlah kami apa yang tidak kami ketahui. Berilah kami rizki untuk mentadaburi dan membacanya di malam dan siang hari dan ampunilah kami. Amin…
*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta
