Search

Mengatasi Kegelisahan ala Islam: Intisari Buku “Don’t Worry Be Happy”

Ahmad Mumtaz Hakki*

Mengatasi Kegelisahan ala Islam: Intisari Buku "Don't Worry Be Happy"

Mengatasi Kegelisahan ala Islam: Intisari Buku “Don’t Worry Be Happy”

Judul: “Don’t Worry Be Happy (Kiat-Kiat Jitu Mengalahkan Kegelisahan Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah)”

Penulis: Muhyiddin ’Abdul Wahid

Jumlah Halaman: 177 halaman

Penerbit: Hikmah (Kelompok Mizan)

Tahun Publikasi: 2005

Diawali dengan pertanyaan ”apakah benar agama merupakan sebuah penghalang menuju kemajuan peradaban?”  yang muncul karena ketertarikan penulis dengan selogan-selogan pergerakan keagamaan di Negara Afrika dan Asia yang condong membenci Agama Islam. Sehingga penulis sebagai seorang penganut islam harus meyakinkan diri bahwa ”agama merupakan suatu yang sangat penting bagi keberlangsungan peradaban manusia” dengan berlandasakan hukum utama umat Islam yaitu Al-Qur’an yang di dalamnya menyajikan banyak kemudahan dari berbagai kesulitan. Ini yang menjadikan penulis terdorong untuk memfokuskan bacaan mengenai masalah kegelisahan ini, sehingga menemukan suatu karya yang berjudul ”Da’ Al-Qalaq Wabda’ Al-Hayat”  yang ditulis Dale Carnegie namun sayang di dalamnya hanya membahas mengenai cara mengatasi masalah kegelisahan dengan pandangan peradaban Barat. Oleh sebab itu penulis merasa untuk menulis suatu karya yang membahas mengenai cara mengatasi masalah kegelisahan dalam pandangan Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai sumber hukum Agama Islam, dan terbitlah buku ini sebagai suatu karya yang di latar belakangi oleh sebab-sebab di atas.

Buku ini berisi tiga bagian besar yaitu: Bagian pertama berjudul Makna, Sebab, dan Kegoncangan Jiwa yang Ditimbulkan oleh Kegelisahan.

Pada bagian pertama ini penulis memberikan pembukaan dengan memaparkan makna, sebab dan akibat yang ditimbulkan dari kegelisahan, tentunya dengan berlandaskan dengan dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Sehingga ini menarik menjadi sebuah permulaan bagi tulisan ini. Kemudian dilengkapi juga dengan penjelasan tambahan yang mengutip perkataan tokoh-tokoh keilmuan menjadikan suatu sajian pembahasan yang menarik untuk dinikmati dan gampang untuk dicerna oleh semua kalangan.

Baca Juga: Ingin Mengubah Hidupmu? Buku Ini Memberikan Inspirasi & Langkah Nyata

Pada bagian kedua, dengan judul Menghadapi Kegelisahan Bersama Al-Qur’an dan As-Sunah, penulis menjadikan bagian ini sebagai inti pembahasan dari buku ini, yaitu bagaimana cara menghadapi kegelisahan menurut Al-Qur’an dan As-Sunah dengan cara melihat kembali ayat-ayat atau kisah-kisah yang ada di dalamnya. Sehingga dengan hal tersebut dapat membangkitkan keyakinan bahwa jawaban dari ”bagaimana menghadapi kegelisahan?” sudah ada beradab-abad lalu dan sudah di contohkan oleh orang-orang terdahulu.

Mengatasi Kegelisahan ala Islam: Intisari Buku "Don't Worry Be Happy"
ilustrasi: orang yang sedang gelisah

Pada bagian akhir ini, dengan judul Mengantisipasi Gangguan Kegelisahan, penulis memberikan berbagai tips untuk mengantisipasi timbulnya rasa kegelisahan yang bisa muncul dari berbagai faktor. Kemudian penulis juga menyajikan kisah-kisah yang sesuai dengan tips yang disajikan penulis dan disertai dengan kesimupulan dari kisah-kisah tersebut yang memudahkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin di sampaikan penulis dalam kisah-kisah tersebut.

Kelebihan

Kelebihan yang dapat diambil dari buku ini adalah dapat mendekatkan kita dengan konsep mengelola kegelisahan menurut Al-Qur’an dan As-Sunah yang di mana merupakan hukum utama Agama Islam, dengan memaparkan terjemah dari ayat-ayat dan hadis nabi sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami maksud yang ingin disampaikan. Kemudian ditambah juga dengan kisah-kisah yang sesuai dengan pembahasan sehingga lebih menarik lagi bagi para pembaca untuk mengulik lebih dalam isi dari buku ini.

Kekurangan

Adapun kekurangan dari tulisan ini adalah penulis kurang memaparkan potongan ayat dan hadis dengan redaksi berbahasa arab asli, yang di mana dengan memaparkannya mampu mendorong bagi para pembaca untuk lebih tertarik lagi untuk belajar membaca teks-teks asli dari Al-Qur’an dan As-Sunah. Namun ini tidak bisa dibilang sebagai suatu kekurangan jika tujuan penulis membuat karya ini adalah untuk kalangan umum.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah buku ini merupakan buku yang tepat untuk berbagai kalangan, karena point dasar penulisan karya ini adalah bertujuan agar para pembaca mengerti bahwa kegelisahan dapat diobati dengan mentadabburi ayat-ayat dan hadis-hadis Rasulullah Saw. Dengan harapan yang sama, agar tidak ada seorangpun yang menyalahkan keadaan dikarenakan kegelisan yang timbul disebabkan oleh kurangnya cara mengelola kegelisahan tersebut.

Wallahua’lam…

*Peresensi adalah Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta