Search

Bagaimana Cara Menjaga Hafalan Al-Qur’an? Simak Hadis Nabi Berikut

M. Aidil Kurniawan*

Bagaimana Cara Menjaga Hafalan Al-Qur'an?

Bagaimana Cara Menjaga Hafalan Al-Qur’an? Simak Hadis Nabi Berikut

حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا ‌أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ ‌بُرَيْدٍ ، عَنْ ‌أَبِي بُرْدَةَ ، ‌عَنْ ‌‌أَبِي ‌مُوسَى الْأَشْعَرِيْ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «‌تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنَ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا»

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ulâ′, telah menceritakan kepada kami Abû Usâmah, dari Buraid, dari Abū Burdah, dari Abū Mūsa al-Asy ‘ary meriwayatkan dari Rasulullah Saw. yang bersabda, “Jagalah Al-Qur′an dengan komitmen. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya. (Hafalan) Al-Qur′an itu lebih mudah lepas dari seekor unta yang terikat.”

(HR. Bukhari-Muslim)

Maksud “Jagalah Al-Qur′an dengan komitmen” ialah senantiasa memelihara dan menjaganya dengan cara terus menjaga hafalan dan konsiten membacanya. At-Thibi berkata: “Menjaga dengan komitmen ialah selalu menjaga dan memperbaharui komitmen, konsisten membaca dan selalu mengulang pembelajarannya supaya tidak lupa.”

Perintah untuk menjaga hafalan karena (menurut At-Thibi), Al-Qur′an bukanlah perkataan manusia tetapi ia merupakan firman Allah. Tidak ada yang bisa menghubungkan antar keduanya karena manusia itu hadits (keberadaannya baru), sedangkan Allah itu qadim (keberadaannya sudah ada sejak azali) sehingga firman Allah harus terus dijaga dengan cara dihafal sesuai kemampuan.

Mana yang lebih mudah lepas, unta atau Al-Qur′an? Nabi menjawab atas pertanyaan tersebut dalam hadis yang pertama. Bahwa lebih mudah Al-Qur′an yang hilang (dalam hafalan) dari pada unta. Bagaimana bisa selamat dari lupa? Jawabannya terdapat pada kata “komitmenlah”, kalimat yang ngandung kata yang luas dan agung, yaitu janji yang harus selalu dijaga.

Dalam hadis ini ada tanggung jawab, menggunakan bentuk plural bukan tunggal, ada kekuatan dan kesungguhan agar hafalan tidak lupa dan hilang. Hadis lain yang berbicara tentang masalah ini begitu banyak riwayatnya, di antaranya:

Riwayat dari Ibnu Umar ra., Nabi Saw. bersabda, “Perumpamaan Al-Qur′an seperti unta yang terikat. Jika pemiliknya mengikatnya maka ia menjaganya. Sedangkan jika tidak maka ia hilang.”

Ishaq bin Rahwayh berkata, “Dimakruhkan bagi setiap orang yang melewati harinya sealam 40 hari tanpa membaca Al-Qur′an.”

Baca Juga: Rahasia Kekuatan Pikiran: Cara Anda Berpikir Menentukan Kesuksesan Anda

Karena itu, lihatlah lupamu itu apakah termasuk yang bisa ditolerir seperti dalam firman Allah, “Dan sungguh telah kami pesankan kepadamu Adam dahulu, tetapi dia lupa. Dan kami tidak mendapatkan kemauan yang kuat darinya.” (QS. Thāhā [20]: 115) ataukah termasuk lupa muncul karena tidak merenungi, tidak mengamalkan, dan tidak besungguh-sungguh menjaganya?!

Menjaga hafalan Qur′an tidak semudah kita menghafalkannya. Bisa jadi dalam proses menghafal kita pernah merasakan cepat menghafal ayat Al-Qur′an, namun juga cepat hilangnya. Bisa kita ibaratkan juga dengan bunga mawar yang tumbuh berdekatan rumput, apabila dibiarkan saja tanpa menjaganya maka rumput itu akan tumbuh menjulang tinggi menjadi semak belukar yang membuat bunga itu samar-samar bahkan tidak terlihat lagi dari jangkauan mata kita sebagai manusia, akibat lalai dalam menjaganya. Hal demikian sangat wajar dan pernah dirasakan oleh orang-orang yang menghafalkan Al-Qur′an. Banyak sekali faktor yang dapat membuat hafalan cepat hilangnya hafalan Al-Qur′an. Salah satu yang harus dihindari apabila benar-benar ingin menjadi penghafal Al-Qur′an yaitu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Inilah salah satu kunci utama agar kita bisa dengan mudah menjaga hafalan Al-Qur′an. Dan masih banyak pula faktor-faktor lainnya yang perlu kita hindari dalam menjaga kalam yang mulia ini.

Ini merupakan suatu hal yang sangat penting kita perhatikan bersama, walaupun menghafal Al-Qur′an bukan suatu yang sangat susah, namun membutuhkan kesabaran ekstra dalam menjaganya. Dikarenakan untuk mencapai suatu kemuliaan pasti akan banyak ujian dan cobaan yang menghampiri kita. Maka dari itu kita harus melaluinya dengan penuh istiqomah dan ketabahan. Jika kita tidak sungguh-sungguh dalam menjalaninya, maka kita tidak akan mendapatkan apa yang kita damba-dambakan (suatu keberhasilan). Seperti pepatah Bahasa Arab yang sering kita jumpai;  “Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil (mendapatkannya).”

-“مَنْ جَدَّ وَجَدَ”-

“Menghafal Al-Qur′an merupakan bukti cinta kita kepada Al-Qur′an, sedangkan menjaganya (murojaah) adalah bukti kita setia dengannya.”

*Penulis adalah Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta