Search

Kematian Tidak Mengenal Waktu: Mengapa Pentingnya Persiapan Diri dalam Islam

Kematian Tidak Mengenal Waktu: Mengapa Pentingnya Persiapan Diri dalam Islam

Kematian Tidak Mengenal Waktu: Mengapa Pentingnya Persiapan Diri dalam Islam

Kemarin kita membaca berita bahwa mantan artis yang populer telah meninggal dunia. Selang beberapa waktu, direktur utama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar juga meninggal dunia. Di belahan bumi yang lain, juga banyak orang yang meninggal dunia secara bersamaan, seperti di Palestina, Lebanon, dan lain-lain. Bahkan ada orang yang meninggal dunia saat mereka sedang berjoget dan bernyanyi.

Kita semua akan berada dalam waktu kematian, yang bahkan orang lain pun tidak akan tahu, kapan tibanya saat kematian itu datang. Tidak perlu syarat khusus untuk itu. Tidak butuh sakit dulu, tua dulu, kecelakaan dulu, atau yang semisal. Mengapa seperti itu kejadiannya? Karena untuk memberikan peringatan, bahwa waktu kematian itu bukan urusan kita.

Jadi, masih pentingkah membahas tentang waktu kematian? Tidak penting, sama sekali tidak penting! Yang sangat terlalu amat penting sekali adalah, bagaimana kita mempersiapkan datangnya kematian itu. Agar kematian menjadi puncak keindahan dan kenikmatan, dalam mengakhiri kehidupan kita di dunia. Menjadi saat yang ditunggu kedatangannya, bukan untuk dihindari, ditakuti, atau dicegah!

Baca juga: Merawat Diri dengan Pola Makan Sehat dan Olahraga Terkontrol: Sebuah Ekspresi Iman dalam Islam

Lihatlah mereka yang sangat bersemangat berjihad di jalan Allah, apa yang mereka harapkan? Hidup mulia atau mati syahid. Bukan hidup kaya raya atau menjadi terkenal. Tapi kebanyakan manusia, justru tidak dapat yang seperti itu. Hidup tidak kaya, tidak terkenal, gelisah, takut, was-was, merasa kurang terus, didera keluh kesah, dan lain-lain. Model manusia apa yang seperti itu? Ya…, pastinya yang tidak bersahabat dengan panduan syariat agama!

Allah berfirman:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. 62:8)

Semoga Allah mengampuni dosa kaum muslim yang telah mendahului kita dan memberi kekuatan kepada kita, yang menginginkan dengan serius kematian yang husnul khatimah. Tetapi, tetap kita lah yang harus mengupayakan husnul khatimah, selagi kita masih hidup sekarang ini. Bukan setelah kematian itu datang, orang lain yang mengharapkan husnul khatimah kepada jasad kaku kita yang membujur.