Search

Keistimewaan dan Makna Ayat Kursi

Keistimewaan dan Makna Ayat Kursi

Keistimewaan dan Makna Ayat Kursi

M. Nizar Syahwil*

Allah Swt. berfirman:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

(QS. Al-Baqarah [2]: 255)

            Adapun kandungan ayat kursi menurut salah seorang tokoh agama negeri Jiran sekaligus pengurus Ghulam Ad-Dakwah Malaysia, yakni Ustadz Abd Muein Abd Rahman Sebagai berikut :

Tiada Tuhan selain Allah

Dalam sebuah hadis mengatakan bahwa, “Sebaik-baik doa adalah doa dihari arafah , dan sebaik-baik dzikir yang aku ucapkan dan juga diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya). HR. At-Tirmidzi

Maha Hidup

Makna Hidup di sini adalah bahwa Allah yang sebenar-benar-Nya Tuhan dan layak untuk disembah. Dan Allah benar-benar Maha Menciptakan dan tidak ada siapapun yang bisa menciptakan-Nya. Jika dibedakan dengan hidup manusia kemungkinan akan hidup 70-80 tahun kemudian akan berakhir, tetapi hidup Allah selamanya kekal abadi.

Maha Berdiri Sendiri

Allah Maha berdiri sendiri tanpa bergantung kepada makhluk ataupun yang selain Allah, dan Allah berdiri maksudnya agar makhluknya senantiasa bergantung kepada-Nya. Maka Allah ingin memberitahu ayat ini bahwa sangat bodoh orang yang bergantung kepada makhluk yang hidup dan setelahnya akan mati.

Tidak Mengantuk

Mengantuk itu ada kuasa. Jika seseorang itu mengantuk maka dia telah dikuasai dan akan segera tertidur tetapi lain hal dengan Allah, Allah tidak pernah merasa mengantuk.

Tidak Tidur

Kenapa Allah beritahu dua kata sifat yang yang terpisah, padahal bisa dilihat bahwa dua kata sifat tersebut hampir sama? Maka jawabannya dua kata sifat tersebut mempunyai perbedaan. Misalnya, ada orang mengantuk tapi tidak bisa tidur dan ada orang tidur tanpa mengantuk. Maka Allah sebenarnya ingin memberitahu melalui sifat-sifat-Nya yang mana dengan sifat inilah para makhluk wajib beribadah kepada-Nya.

Milik-Nya di langit

Segala sesuatu yang ada di langit baik itu matahari, bulan dan lain sebagainya hanyalah milik Allah Swt.

Milik-Nya di bumi

Begitu juga di bumi segala sesuatu yang ada di bumi hanyalah milik Allah Swt.

Baca juga: Belajar Berubah Menjadi Lebih Baik Dengan Metode Kaizen

Tidak ada siapapun yang bisa memberikan syafa’at selain dengan izin Allah.

Syafaat dalam Islam adalah peran sebagai perantara untuk membawa manfaat atau mencegah bahaya bagi orang lain. Inti dari syafaat di hadapan Allah adalah melalui doa, seperti yang diharapkan ketika seseorang meminta Nabi Muhammad untuk mendoakan mereka di hadapan Allah. Syafaat khusus untuk Nabi Muhammad termasuk doa agar dimulainya hisab di akhirat dan membuka pintu surga bagi penghuninya. Sedangkan syafaat yang bersifat umum mencakup doa untuk mencegah orang masuk neraka atau untuk meningkatkan derajat mereka di surga.

Dalam Islam, syafaat dapat dilakukan untuk orang lain seperti orang tua, anak, saudara, atau sahabat, tetapi hanya bagi mereka yang meninggal dalam keadaan beriman. Untuk memperoleh syafaat, dua syarat harus terpenuhi: izin Allah bagi pemberi syafaat dan ridha Allah bagi penerima syafaat. Oleh karena itu, seseorang harus meminta syafaat hanya kepada Allah dan berusaha untuk meraih ridha-Nya dengan taat kepada-Nya, mematuhi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Hanya Allah Mengetahui Semalam, hari ini dan esok.

Ini adalah bukti bahwa pengetahuan Allah mencakup segala makhluk, baik yang telah ada di masa lampau, saat ini, maupun yang akan datang. Allah mengetahui segala yang terjadi saat ini, apa yang telah terjadi sebelumnya, dan apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan Allah mengetahui segala kemungkinan yang bisa terjadi, meskipun kemungkinan itu tidak terwujud dalam realitas. Pengetahuan Allah adalah sempurna dan meliputi segala hal.

  • Ilmu Allah meliputi segalanya.

Tidak ada yang dapat mengetahui ilmu Allah kecuali apa yang Allah ajarkan. Hal yang sama berlaku untuk pengetahuan tentang dzat dan sifat-sifat Allah. Kita hanya dapat menetapkan nama atau sifat sesuai dengan apa yang Allah tentukan dalam Al-Quran dan Al-Hadis.

  • Kursi Allah Meliputi langit dan bumi,

Kata Ibnu Abbas ra. menafsirkan kursi dengan berkata; “Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah” juga ayat ini menunjukkan bahwa besarnya kursi Allah dan besarnya Allah. Dalam sebuah hadis, Nabi Saw. bersabda: “tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin.” 

  • Tidak berat Mengurus dan Memelihara keduanya

Seorang bapak, tentu merasakan betapa lelahnya bekerja untuk menafkahi keluarganya. Demikian juga seorang camat, bupati, gubernur atau presiden dalam memimpin rakyatnya. Namun, tidak demikian dengan Allah yang Maha Kuat. Pemeliharaan langit dan bumi beserta isinya sangat ringan bagi-Nya. Segala sesuatu menjadi kecil dan sederhana di hadapan Allah.

  • Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Allah memiliki kedudukan yang tinggi, dan dzat-Nya berada di atas singgasana. Dalam sebuah hadis, Nabi Saw. bertanya kepada seorang budak Perempuan: “Di mana Allah?” kemudian ia menjawab, “Di langit.” Kemudian Nabi Saw. bertanya, “Siapa saya?” maka ia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah.” Maka, Nabi Saw. berkata kepada majikannya (majikan budak Perempuan tersebut), “Bebaskanlah ia, karena sungguh dia beriman!” (HR. Muslim)

Demikian pula Allah memiliki kedudukan yang agung dan dzat-Nya juga yang agung sebagaimana ditunjukkan oleh keagungan kursi-Nya dalam ayat ini.

Kesimpulan dari poin-poin di atas adalah bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an, yang disarankan untuk dibaca setelah shalat wajib, dalam dzikir pagi dan sore, serta sebelum tidur. Ayat ini menegaskan tauhid dengan mengungkapkan bahwa Allah adalah al-Hayyu dan al-Qayyum, serta menolak segala bentuk kekurangan dalam konsep tentang-Nya. Ayat Kursi juga mengajarkan tentang syafaat, bahwa ilmu Allah sangat sempurna, dan bahwa kita hanya menetapkan bagi Allah nama dan sifat yang ditetapkan oleh-Nya sendiri, tanpa menyerupakan dengan makhluk-Nya. Ayat ini mengungkapkan keagungan dan kekuasaan Allah yang Maha Tinggi dalam dzat dan kedudukan-Nya, menegaskan bahwa Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta