Muh Reza Fahrezi*

Sirah Nabawiyah: Panduan Lengkap Memahami Kehidupan Rasulullah SAW
Identitas Buku
- Judul Buku : Sirah Nabawiyah
- Penulis : Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
- Penerjemah : Kathur Suhardi
- Editor : Yasir Maqosid
- Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
- Ketebalan Buku : 632 halaman
- Ukuran Buku : 15,5 cm x 24,5 cm
- Cetakan : Ke-47, Februari 2017
Ikhtisar
Buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri ini secara keseluruhan memiliki 58 pokok bahasan yang dibeberkan tanpa menggunakan bab tertentu. Kepenulisan hanya berdasarkan kronologi peristiwa yang mengacu pada asbabunnuzul ayat dalam Al-Qur’an, atau tahun turunnya ayat Al-Qur’an yang bersangkutan, dan hadis berkenaan dengan peristiwa tersebut. Buku ini juga memasukkan beberapa pendapat atau ulasan dari penelitian penulis sebelumnya yang memaparkan apa yang ditulis di dalam buku. Hanya saja Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri mengombinasikan dan menyimpulkan yang menjadi pendapat penulis-penulis maupun peneliti baik strategi maupun peperangan menjadi satu dan akhirnya dilihat ragam yang paling baik dan kuat pendapatnya untuk dijadikan pijakan selanjutnya. Jika terdapat perbedaan dan Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri mendapat hasil yang lebih kuat unsur ketepatan peristiwa, maka beliau tak segan untuk mengungkapkannya dan menulis hal yang dianggap lebih tepat di dalam bukunya tersebut.

Dari awal penulisan buku, Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri memaparkan mengenai bagaimana kondisi masyarakat sebelum Rasulullah Saw terlahir ke dunia. Siapa saja pihak keluarganya dan bagaimana kehidupan mereka ketika masih berada di masa yang disebut jahiliyah. Setelah dapat menarik kesimpulan mengenai garis keturunan Rasulullah Saw. yang memang berasal dari orang-orang terbaik dan pilihan, beliau beranjak ke tahap kelahiran Rasulullah Saw, riuh alam semesta menyambut kelahiran Rasulullah, kondisi lingkungan Quraisy sebelum hadirnya nubuwah dan kejamnya permusuhan ketika turunnya nubuwah kepada Rasulullah Saw.
Kecenderungan di dalam buku ini adalah pada pembahasan peperangan yang terjadi. Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri mendeskripsikan setiap peperangan yang di dalamnya langsung diikuti oleh Rasulullah Saw atau hanya dengan utusan detasemen tertentu. Dari banyaknya peristiwa tersebut pula, Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri menuliskan keunggulan-keunggulan sifat Rasulullah Saw sebagai komandan perang dan ahli strategi. Kemuliaan dan akhlak Rasulullah Saw dituliskan dengan rinci dan sangat indah. Beliau juga menuliskan bahwa setiap pencapaian yang didapat oleh pasukan muslimin ketika itu karena kemampuan pemimpinnya memberikan contoh di dalam lingkungan masyarakat dan bagaimana Rasulullah memiliki kesesuaian antara perkataan dengan perilaku.
Pada akhir-akhir pembahasan, Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri menuliskan secara singkat mengenai istri-istri Rasulullah Saw, maupun beberapa wanita yang dijadikan hadiah oleh pemuka kaum di negara atau kerajaan lain. Selain itu beliau juga menuliskan secara singkat dan padat mengenai sifat dan akhlak Rasulullah Saw secara personal dan bagaimana perlakuan terhadap sahabat maupun orang-orang yang memusuhi beliau.
Baca juga:
Kepengarangan
Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam bukunya Sirah Nabawiyah, menceritakan mengenai kisah hidup Rasulullah dari sebelum kelahiran hingga sepeninggalan beliau. Dituliskan dengan rinci, komprehensif dan gaya kepenulisan yang ringan, namun tidak bertele-tele membuat kisah semakin menarik dan mudah dipahami oleh pembaca. Dengan menyabet juara pertama dalam mu’tamar Islam yang pertama di Pakistan pada tahun 1396 H mengenai Sirah Nabawiyah, menjadi bukti tambahan bahwa secara kepenulisan Syaikh Safiyyurrahman Al-Mubarakfuri sangat baik tanpa menghilangkan aspek ketepatan kejadian, dan keilmiahan dalam pembahasan.
Keunggulan Buku
Buku Sirah Nabawiyah ini memiliki gaya bahasa yang simpel namun tetap sistematis. Menceritakan dari awal kisah sebelum hadirnya Rasul dan kondisi setelahnya membuat pembaca mudah memahami setiap kejadian yang ada. Diperkuat dengan penelitian sebelumnya dan tak sedikit yang mengungkap hal baru yang sebelumnya telah disampaikan oleh penulis lain. Namun, berdasar fakta yang ada masih kurang tepat atau dituliskannya sebuah kesimpulan mengenai kejadian tertentu yang di dalamnya masih diperdebatkan oleh beberapa pihak, sehingga beliau menyimpulkan dengan hal yang dianggap mendekati dan melanjutkan ke kisah atau kejadian yang lain.
Kelemahan Buku
Meski buku ini sudah sangat baik dan memiliki keunggulan yang luar biasa dibanding nomine lain dalam mu’tamar Islam pertama, akan tetapi masih kurang mengungkap interaksi dengan beberapa sahabat lain yang padahal kisahnya diangkat menjadi satu buku tersendiri oleh pengarang lain. Seperti ketika mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshor, atau hijrahnya beberapa sahabat yang perjuangannya luar biasa untuk mengenal Islam. Jika ditambah pengajian lebih dalam mengenai aspek tersebut, tentu lebih banyak ibrah yang dapat pembaca simpulkan. Selain itu hubungan Rasulullah Saw dengan para istri juga tidak terlalu dibahas secara mendalam. Akan tetapi sedikit kekurangan ini tidak terlalu material dibanding dengan pembahasan yang runut dan sangat baik.
*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta
