Search

Belajar dari The Best Morals: Akhlak Mulia Rasulullah SAW

Belajar dari The Best Morals: Akhlak Mulia Rasulullah SAW

Belajar dari The Best Morals: Akhlak Mulia Rasulullah SAW

Ahmad Syafaat M.*

            Siapakah manusia yang paling mulia akhlaknya? Siapakah manusia yang paling baik budi pekertinya? Siapakah manusia yang yang berkat akhlak mulianya juga dapat berdampak positif bagi orang lain? Jawabannya ialah Nabi Muhammad Saw.

            Ia dianugerahi oleh Allah Swt. akhlak mulia sehingga menjadi tauladan dan contoh yang baik bagi orang lain. The best morals menjadi bekal dalam menjalani aktivitas sehari-hari yang penuh dinamika sebagai warna dalam memahami arti kehidupan.

            Bicara soal the best moral, ada satu hadis yang menjelaskan betapa mulianya akhlak Rasulullah. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata,

فَقُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! أَنبئِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى .قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ .قَالَ : فَهَمَمْتُ أَن أَقُومَ وَلَا أَسأَلَ أَحَدًا عَن شَيْءٍ حَتَّى أَمُوتَ …الخ رواه مسلم

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahulah aku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!” Aisyah bertanya, ‘Bukankah engkau membaca Al-Qur’an?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Al-Qur’an.” Kemudian aku hendak berdiri dan tidak bertanya kepada siapapun tentang apapun hingga aku mati…” (HR. Muslim, no. 746).[1]

            Perihal pemahaman hadis tersebut Ibnu Katsir berkata, makna ucapan ini adalah bahwa Rasulullah menjalani semua perintah dan larangan dalam Al-Qur’an. Begitulah akhlak Rasulullah. Apa yang diperintahkan Al-Qur’an dilaksanakan dan yang dilarang ditinggalkan. Cukuplah sebagai bukti nabi Muhammad Saw. mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt bersaksi padanya tentang keagungam akhlak Nabi Muhammad Saw. Seperti firmannya QS. Al-Qalam/68: 4.

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”[2]

            Memang kita tidak bisa meniru secara persis bagaimana budi pekerti Rasulullah yang sempurna. Tapi, akhlak mulia yang dicontoh Rasulullah itu bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari perilaku, tatakrama, berniaga, berpolitik, bersosial, hingga cara berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu akhlak Rasulullah ialah caranya berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang sopan nan lemah lembut. Seperti yang dijelaskan Allah Swt. dalam Qs. Āli ‘Imrān [3]:159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُم فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

 “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

            Berlaku sopan santun nan lemah lembut dalam segala aspek kehidupan memiliki value atau nilai tersendiri dipandangan masyarakat. Kenapa? Sebab, masyarakat merasa dihormati dan merasa nyaman hidup bersosial dengan kita. Tidak membeda-bedakan stasus sosial, berkawan dengan siapa saja tanpa memilih-milih teman seperti hanya mau berteman dengan teman yang kaya, follower’s Instagram yang banyak, selebram, kalangan konglomerat, dan apapun itu yang membatasi mereka berteman dengan orang yang tidak sesuai kriterianya.

Baca juga: Apa Bedanya Sedekah dengan Hibah dalam Islam?

            Kembali lagi soal kehidupan sosial dengan masyarakat. Ada banyak maslahat ditengah masyarakat yang menuntut kita harus berinisiaif mengambil peran. Misal tradisi pengambilan keputusan hendaknya melalui musyawarah mufakat dan untuk kepentingan bersama bukan mengedepankan kepentingan pribadi. Dan poin penting dalam musyawarah tersebut ialah menghargai pendapat orang lain tidak mudah menyalahkan keputusan yang telah disusulkan. Serta dalam menyuarakan pendapat juga sudah sepatutnya bertutur kata yang sopan dan santun.

            Begitulah akhlak Nabi Muhammad Saw. dalam bermusyawah yang dilandasi sopan santun nan lemah lembut tapi tegas, tidak kasar dalam pengambilan keputusan yang adil dan bijaksana. Bukankah kita juga bisa melakukan seperti yang dicontohkan Rasulullah?

*Mahasantri Pesantren Nurul Qur’an dan Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta

Email : ahmadsyafaat67@gmail.com

Instagram : @ahm_syafaat

Wa : 0895618738976


[1] https://islamqa.info/id/answers/71184/akhlak-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-adalah-al-quran

[2] https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/68?from=1&to=52